IDB Akan Dirikan Bank Syariah Bermodal 1 Miliar Dolar

JEDDAH–Islamic Development Bank (IDB) berencana mendirikan bank investasi syariah dengan modal dasar 1 miliar dolar AS. Menilik industri keuangan syariah yang berkembang pesat bank tersebut ditujukan untuk terus memperluas jangkauan global dan meningkatkan manajemen likuiditas industri nonribawi ini.

“Bank baru ini juga bertujuan memfasilitasi pasar antar perbankan syariah yang sejalan dengan prinsip Islam,” kata Presiden IDB, Ahmad Mohamed Ali, sebagaimana dikutip Arabnews, Senin (19/10). Untuk pendirian bank baru tersebut di tahap awal modal yang telah terkumpul sebanyak 250 juta dolar AS.

Ali menambahkan bank syariah ini akan fokus membiayai proyek-proyek besar yang sesuai dengan prinsip Islam dan menawarkan solusi bagi manajemen likuiditas. Pendirian bank syariah ini dilihat sebagai mekanisme untuk meningkatkan peran industri keuangan syariah dalam pengembangan sosial dan ekonomi. Bank tersebut juga akan memfasilitasi pertumbuhan dan memperluas layanan keuangan syariahnya melalui pelatihan SDM yang diperlukan demi pengembangan perbankan syariah.

Sementara itu Ali juga mengungkapkan tentang kesuksesan penerbitan sukuk IDB beberapa waktu lalu. “Permintaan sukuk melebihi 2 miliar dolar AS saat kami hanya menargetkan 500 juta dolar AS,” kata Ali. IDB pun menyerap dana sukuk tersebut sebanyak 850 juta dolar AS.

Ekonom syariah, Umer Chapra, menyambut baik inisiatif IDB untuk membentuk mega-investment bank. Ia menambahkan setelah runtuhnya sejumlah lembaga keuangan dan bank negara Barat akibat dari krisis ekonomi global beberapa waktu lalu, kini industri keuangan syariah kian diterima dengan tangan terbuka di seluruh dunia.

“Sebagian besar bank syariah sangat kecil dan tak mampu membiayai proyek-proyek besar karenanya kita sangat memerlukan bank syariah berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan pasar,” kata Chapra. Seiring dengan terus berkembangnya industri perbankan syariah di seluruh dunia, jangkauan bank syariah mega tersebut pun akan semakin bagus.

Populasi umat muslim yang saat ini telah melebihi 1,5 miliar jiwa akan meningkatkan permintaan akan keuangan syariah. Pada 2010 mendatang diperkirakan aset perbankan syariah global akan mencapai 1,4 triliun dolar AS. “Sistem keuangan Islam telah menerima pengakuan dunia internasional dimana banyak bank dan lembaga keuangan syariah lainnya juga beroperasi di negara-negara non muslim seperti Amerika, Inggris, Prancis, Italia, Australia dan Singapura,” tandas Chapra. gie/taq

By Republika Newsroom
Senin, 19 Oktober 2009 pukul 16:37:00

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.