Dalam rangka percepatan pencanangan kawasan kuliner halal di Kampung Kauman Solo, MES bekerja sama dengan Bank Indonesia Solo, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta pemangku kepentingan lainnya melaksanakan sejumlah program untuk menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat umum khususnya Solo. Salah satunya melalui program sosialisasi dan edukasi melalui program Smart Syariah hasil keja sama MES dengan Radio Smart FM.

Penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan kuliner halal. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris III Pengurus Pusat MES; Moch. Bukhori Muslim. Menurutnya UMKM menjadi sektor yang wajib mendapat perhatian dari semua pihak, baik dari pemerintah, universitas, asosiasi, maupun pengusaha itu sendiri. Hal ini didasarkan atas peran UMKM yang mampu menyumbang lebih dari 50% dari PDB nasional dan terbukti mampu membuka lapangan pekerjaan.

Bukhori menambahkan masifnya UMKM akan meningkatkan daya saing antar pelaku usaha sehingga menciptakan iklim perekonomian dalam negeri yang kompetitif, serta dapat menjadi pendorong dalam menguatkan potensi ekonomi lokal atau daerah terlebih di kondisi pandemi.

Sementara terkait alasan pemilihan Kota Solo sebagai pilot project dari program kawasan kuliner halal, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan bahwa Solo memiliki potensi pengembangan UMKM yang sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari berbagai produk kuliner yang khas dan kental dengan unsur kebudayaan. Bahkan dalam kacamata keislaman, pergerakan ekonomi syariah sendiri dimulai dari Solo dengan berdirinya Sarikat Dagang Islam.

Lebih lanjut Joko menuturkan apabila berhasil dan mampu mandiri, Kampung Kauman Solo akan menjadi percontohan bagi daerah lain yang ingin mengembangan kawasan yang serupa. Sehingga syiar terkait kehalalan produk menjadi sebuah aktivitas yang masif.

Joko mengaku optimis mengingat respon para pelaku UMKM dan komunitas di Kampung Kauman Solo sangat berkomitmen mengembangkan kawasan kuliner halal karena sebelumnya keberadaan mereka telah terintegrasi dengan baik.

Joko juga menegaskan pentingnya penguatan pemahaman dan kesadaran terkait produk halal dari masyarakat. Menurutnya dalam menguatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait produk halal, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama. Dalam hal Kawasan kuliner halal, komunitas dan para pelaku UMKM di Kampung Kauman Solo juga memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat umum terkait pentingnya produk halal.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *