Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya untuk memperkuat UMKM lokal dengan membawa industri halal Indonesia merajai pasar dunia. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang mulai stabil di masa pandemi Covid-19 menjadikan Indonesia sebagai negara ramah untuk mengembangkan usaha dan investasi industri halal.

“Pandemi Covid-19 ini membangunkan kita dari tidur, kita punya market yang besar tetapi selama ini kita terlena. Industri halal harus menjadi salah satu bagian dari bagaimana kita menyeimbangkan ekonomi,” kata Erick dalam keterangan yang diterima oleh JawaPos.com, Senin (27/11).

Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk tanah air saat ini tercatat sebanyak 272 juta dan 87 persen diantaranya memeluk agama Islam. Ini artinya Indonesia menjadi pasar yang sangat besar untuk industri halal.

Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk tanah air saat ini tercatat sebanyak 272 juta dan 87 persen diantaranya memeluk agama Islam. Ini artinya Indonesia menjadi pasar yang sangat besar untuk industri halal.

“Sebagai negara muslim terbesar di dunia ini, kami ingin Indonesia dikenal di seluruh dunia yang sudah mulai bergeser keinginannya sehingga gaya hidup halal melonjak cepat. Meski masih dalam situasi pandemi, namun tren halal lifestyle tersebut diyakini akan tetap mampu memikat masyarakat domestik dan juga global,” tuturnya.

Dari data tersebut, Erick menyatakan pemerintah berupaya menciptakan ekosistem industri halal untuk menjadikan Indonesia jawara dalam Indikator Ekonomi Islam Global. Sejalan dengan itu, melalui Kementerian BUMN dan MES, Ia mendorong pertumbuhan industri halal dengan memberdayakan UMKM.

Kategori: Berita MES

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *