Percepatan pengimplementasian program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang telah diresmikan oleh pemerintah beberapa waktu lalu membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, utamanya berkaitan dengan sosialisasi program dan pendampingan yang harus dilakukan secara massif dan berkesinambungan.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sebagai organisasi keummatan yang memiliki fokus terhadap pengembangan industri halal akan ikut serta dan berperan aktif dalam mempercepat implementasi program tersebut kepada pelaku Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM).

Langkah kongkretnya, belum lama ini MES bekerjasama dengan PT Surveyor Indonesia dan BPJPH Kementerian Agama menyelenggarakan Sharia Webinar Series sekaligus pendampingan program SEHATI bagi UKM. Padat tahap awal, program ini akan diselenggarakan mencakup wilayah di Pulau Jawa dengan melibatkan peran serta jaringan kepengurusan MES di tingkat Pengurus Wilayah (PW) di 5 (lima) Provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menargetkan 500-1000 peserta pelaku UKM.

Melalui PW MES DKI Jakarta, program ini perdana diselenggarakan pada Rabu, 13 Oktober 2021 dengan mengangkat tema “Berkah Usahaku, Sukses Bisnisku, Lancar Pendapatanku”. Hadir menyampaikan sambutan dalam kesempatan tersebut, yaitu Ketua Umum PW MES DKI Jakarta, Tito Maulana dan Direktur komersial PT. Surveyor Indonesia; Saifuddin Wijaya.

Dalam sambutannya Tito menyampaikan bahwa program ini sebagai bentuk kolaborasi antara MES, BPJPH dan PT Surveyor Indonesia dalam mendukung percepatan implementasi program SEHATI. Menurutnya, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran yang strategis sebagai produsen produk halal dunia.

Sementara itu, Saifuddin menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara mengapresiasi semangat MES dalam mengembangkan dan mendukung kapasitas produksi industri halal di Indonesia. Dirinya menyebutkan program pendampingan ini akan segera diselenggarakan juga di empat wilayah provinsi lainnya sebagai sarana untuk mempercepat kapasitas UKM di Indonesia melalui program SEHATI.

Pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber yaitu; Kepala Pusat Sertifikasi dan Registrasi Halal BPJPH yang juga Wakil Ketua Komite Industri Manufaktur dan Pengembangan Produk Halal PP MES; Mastuki, Wakil Sekretaris Umum PW MES DKI Jakarta; Arif Bowo Sasongko, serta Kepala LPH PT. Surveyorr Indonesia; Afrinal Nazaruddin.

Sementara pada pelaksanaannya yang kedua, program ini diselenggarakan bersama dengan PW MES Banten yang dilaksanakan pada Jumat, 15 Oktober 2021 dengan mengundang dua narasumber yaitu Pengurus MES Banten; Hadi Prastowo, dan Auditor LPH PT Surveyor Indonesia; Anggraini Wulansari.

Pasca program ini, para peserta pelaku UKM akan diarahkan untuk mengisi dan melengkapi sejumlah berkas dan akan dilakukan penyaringan sebelum akhirnya para pelaku UKM tersebut menerima pendampingan yang kompresensif dari MES dan PT. Surveyor Indonesia untuk memperoleh program SEHATI.

Melalui program ini diharapkan dapat mendorong keterjangkauan literasi dan informasi terkait program SEHATI serta mempercepat implementasi program SEHATI sehingga dapat tercapai target 3200 UKM yang terdaftar hingga periode 10 November 2021.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *