Yogyakarta (30/9) Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Nilai industri halal di Indonesia telah mencapai $3 miliar di tahun 2020 dan terus mengalami peningkatan. Nilai tersebut didorong oleh jumlah transaksi keuangan syariah digital yang mencapai Rp41,8 triliun pada tahun 2021. Selain itu, industri halal juga mampu menarik $1 miliar investasi asing secara langsung yang berimplikasi pada terbukanya 127 ribu lapangan kerja baru setiap tahunnya.

Meski memiliki potensi besar dan kinerja yang positif, pertumbuhan ekonomi syariah khususnya sektor keuangan syariah Indonesia masih menyisakan sejumlah persoalan terutama dalam hal penguatan kapasitas kelembagaan, baik dari sisi permodalan, sumber daya manusia, manajemen risiko, hingga tata kelola (governance). Hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung berimplikasi pada capaian kinerja dan pangsa pasar.

Menyadari hal tersebut, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melalui Komite Komunikasi Publik bersama Infobank Media Group dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berkolaborasi menghadirkan program literasi ekonomi syariah bertajuk Islamic Finance Summit 2021 yang terdiri dari rangkaian kegiatan pemberian penghargaan di bidang ekonomi syariah dan seminar dengan tema Driving the Growth of the Halal Industry in the New Normal Economy: Penguatan SDM, Governance, dan Risk Management di Lembaga Keuangan Syariah Untuk Merebut Peluang. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) pada Kamis 30 September 2021 bertempat di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Islamic Finance Summit 2021 menjadi sarana diskusi bagi para pemangku kepentingan di industri keuangan syariah untuk mengelaborasi berbagai gagasan konstruktif dalam rangka penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan kapasitas permodalan guna mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah yang berkelanjutan di era digital.

Kegiatan diawali dengan welcoming speech dari Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, dan keynote speech dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin. Dalam pidatonya, Ma’ruf mengapreasi kolaborasi program literasi dan keuangan syariah yang dihadirkan oleh MES bersama Infobank dan KNEKS. Menurutnya tema yang diangkat sangat tepat dan relevan dalam menjawab persoalan dalam lembaga keuangan syariah.

Ma’ruf menegaskan bahwa pengembangan ekosistem rantai nilai halal membutuhkan peran dari lembaga keuangan syariah.

“Pengembangan Industri halal perlu didorong melalui sektor keuangan syariah, baik keuangan komersil maupun keuangan sosial. Hal ini menjadi penting guna memperkuat kebutuhan pembiayaan syariah bagi industri halal, mulai dari koorporasi hingga usaha skala kecil” tegas Ma’ruf.

Lebih lanjut, Ma’ruf menyampaikan, kinerja sektor industri produk halal turut memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional selama pandami covid-19. Penguatan rantai nilai halal pada sektor pertanian dan makanan halal berada di atas produk domestik bruto nasional. Hal tersebut menjadi indikasi mulai terjalinnya link and match antara kebutuhan sektor industri halal dengan pembiayaan syariah dari lembaga keuangan syariah.

Menutup pidatonya, Maruf meminta kepada lembaga keuangan syariah agar selalu adaptif dan inovatif dalam menghadapi persaingan pasar global yang semakin komptetitif.

“Seiring dengan tuntutan dinamika pasar di era digital, lembaga keuangan syariah perlu terus adaptif dan inovatif dalam merespon berbagai tantangan dengan menghasilkan kreasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang kian kompetitif.” tutup Ma’ruf.

Rangkaian Islamic Finance Summit 2021 mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman antara MES yang diwakili oleh Iggi H. Achsien selaku Sekretaris Jenderal dan Infobank yang diwakili oleh Eko B. Supriyanto selaku Pemimpin Redaksi tentang penyelenggaraan dan pengembangan kegiatan pemberian penghargaan di bidang ekonomi syariah.

Iggi menerangkan bahwa kerja sama antara MES dan Infobank ini merupakan bentuk apresiasi kepada segenap insan dan lembaga di industri keuangan syariah yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Program ini merupakan wujud apresiasi kepada setiap pakar, praktisi atau tokoh nasional yang telah beperan penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara intensif dan berkelanjutan,” terang Iggi.

Dirinya menjelaskan bahwa program ini akan segera direalisasikan dalam waktu dekat dan diharapkan dapat memotivasi serta menginspirasi para pemangku kepentingan terkait dalam mengembangkan industri halal di Indonesia.

Sejumlah pembicara hadir dalam sesi seminar, yaitu Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Syariah OJK, Teguh Supangkat, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi, dan Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Afdhal Aliasar.

Selain seminar dan penandatanganan Nota Kesepahaman, dalam serangkaian agenda Islamic Finance Summit 2021 juga dilakukan pemberian penganugerahan The Best Islamic Finance Awards 2021 kepada sejumlah lembaga keuangan syariah, serta Peluncuran Wakaf Tunai Arisan oleh Pengurus Wilayah MES Yogyakarta.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *