JAKARTA — Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mengatakan, penciptaan lapangan kerja dan memperkecil ketimpangan ekonomi harus menjadi kunci utama dalam setiap kegiatan MES. Erick mengatakan, ekonomi syariah bisa diandalkan dalam mengatasi persoalan ekonomi yang timbul akibat pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu kondisi pandemi membuat masyarakat terdisrupsi akibat berbagai tantangan baru dan perubahan pola ekonomi. “Saya yakin ini tidak mudah, tapi kalau ada niat Insya Allah akan terkabul. Ketimpangan ekonomi dan lapangan pekerjaan dan harus jadi kunci untuk MES,” kata Erick dalam Pelantikan Pengurus MES DKI Jakarta pada Sabtu (17/4).

Di sektor keuangan syariah, Indonesia saat ini sudah memiliki Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan gabungan dari bank-bank BUMN syariah. Menurut Erick, BSI bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan ekosistem syariah di Indonesia sehingga bisa mendapatkan hasil yang baik untuk masyarakat dan pengusaha.

Ia pun mendorong agar BSI bisa menurunkan komponen biaya yang saat ini masih lebih mahal dibandingkan bank konvensional. Hal itu agar keuangan syariah bisa lebih kompetitif. “Kita namakan investasi yang bersahabat untuk pengusaha daerah. Juga bagaimana agar ada pemberdayaan desa dan pesantren. Ini harus menjadi pergerakan yang mendasar,” kata Erick.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina MES DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, MES perlu menciptakan gerakan yang konkret. Menurutnya, jika ingin ekonomi umat bangkit, harus ada satu kesepakatan yang dibangun oleh MES agar ekonomi syariah semakin bergerak.

“Kuncinya buat yang simple-simple saja. Contoh seperti gerakan Bangga Buatan Indonesia. Jadi harus ada semangat sehingga terwujud Islam rahmatan lil alamin dari segi ekonomi dan sosial,” katanya.

Ekonomi syariah juga diyakini dapat menjadi kunci untuk keluar dari resesi ekonomi. Karena itu, di tengah masa pandemi, kegiatan dan pengembangan ekonomi syariah di setiap lini harus terus digerakkan.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta Tito Maulana mengatakan, MES akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk terus merawat ekonomi syariah di ibu kota. Menurutnya, diperlukan inovasi dalam berbisnis serta kolaborasi antarpengusaha untuk menggairahkan ekonomi syariah.

“UMKM paling terdampak akibat pandemi dan lebih dari dua juta lapangan pekerjaan hilang. Ekonomi syariah kunci dan jalan keluar dari resesi,” kata Tito.

Tito mengatakan, salah satu wujud dari kegiatan ekonomi syariah yakni produk halal. MES, kata Tito, harus terus menampilkan produk-produk halal terbaik untuk bisa dipercaya oleh konsumen.

“Ada 1,5 miliar manusia di pasar halal, Indonesia berpotensi menjadi the biggest player,” ujarnya.

Salah satu langkah program yang dilakukan MES DKI Jakarta, lanjut Tito, adalah mendirikan marketplace Pasar Syariah atau Pasyar. Ia mengatakan, Pasyar terbentuk dari berbagai komunitas Muslim di Ibu Kota.

Tito meyakini, marketplace tersebut nantinya akan menjadi jalan untuk bisa melakukan ekspor produk industri syariah dan mampu menjadi roda penggerak ekonomi syariah di Jakarta.

Pertashop pesantren

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, para pengurus pusat MES akan segera melakukan kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk membuka 1.000 Pertashop di pesantren pada tahun ini.

Hal itu sebagai salah satu langkah untuk menggerakkan ekonomi di lingkungan pesantren. “Kebetulan saya sebagai menteri BUMN, saya lihat ada potensi itu, ” kata Erick.

Pertashop merupakan outlet penjualan Pertamina berskala kecil. Pertashop melayani kebutuhan produk BBM nonsubsidi, LPG nonsubsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya. Lokasi pelayanan diutamakan di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

“Tahun depan 2.000 Pertashop, tahun depannya lagi 3.000 Pertashop. MES menjadi kuratornya agar terjadi keseimbangan dan tidak terjadi keributan antarpesantren,” kata dia.

Erick sekaligus mendorong para pengurus MES di daerah untuk membantu program-program pengurus pusat MES. Menurut Erick, masih banyak program-program ekonomi syariah yang bisa digali untuk menyejahterakan masyarakat. Apalagi, kata Erick, banyak jajaran menteri saat ini yang duduk dalam kepengurusan MES.

“Saya berharap semua menteri yang ada di dewan atau pengurus MES bisa memberikan keberpihakan yang nyata,” katanya.

Berita ini tayang pertama kali di Harian Republika 19/04/2021, dengan judul yang sama. Direpublikasi di sini dengan seizin Penulis untuk tujuan pendidikan


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *