Penguatan Ekonomi Syariah di Sulawesi Selatan

MAKASSAR – Dua profesor dari dua universitas terkemuka di Makassar Prof Marzuki DEA dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin dan Prof Hamdan Juhannis dari Ilmu Tafsir UIN Alauddin bicara soal penguatan ekonomi syariah di tengah menguatnya dolar di Indonesia.

Keduanya didampingi Dewan Komisaris Independen Bank Muamalat Edi Setiady, Region Head Sulampua Bank Muamalat Ahmad S Ilham, dan Kepala Cabang Pembantu Bank Muamalat Gowa Bachtiar di Anomali Coffee Jl Dr Sam Ratulangi Makassar, Rabu (4/7/2018).

“Selalu saja kita bahas itu, namun langkah konkretnya seperti apa. Teori sudah banyak saatnya action,” ujar penulis Buku Melawan Takdir itu.

Kawasan ekonomi syariah ditawarkannya. “Nah permasalahannya kini siapa yang mendorong terwujudnya kawasan tersebut? Kami harap muamalat punya peran penting sebagai bank syariah tertua tanpa embel-embel bank konvensional yang mampu mendorong tersebut,” katanya.

Permulaan, bagaimana muballiq hingga masjid-masjid bisa mendorong ekonomi syariah. “Kalau di situ sudah mantap nah bisa masuk ke pesantren, sekolah tinggi Islam, dan seterusnya,” katanya.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Nitro Makassar, Prof Marzuki DEA melihat, bagaimana memasifkan dan mempopulerkan ekonomi syariah tidak sekadar di atas mimbar oleh Muballiq.

“Mengomunikasikan tetang ribah, dan buruknya ekonomi konvensional di atas mimbar perlu teknik. Tidak sekadar menginfokan hal itu, tapi bagaimana cara kita menghidupkan ekonomi syariah. Nah kalau bicara syariah, ini bicara tentang Muamalat,” katanya.

Sosialisasi dan promosi harus gencar di semua media. “Paling mudah kan media sosial. Segmennya anak millenial. Saya rasa umur 20-30 tahun mudah paham dengan hal tersebut,” katanya.

 

Sumber

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.