Pelaku Usaha di Sulawesi Selatan Diharapkan Turut Garap Potensi Ekonomi Halal

Makassar – Dalam rangka mendorong tumbuh kembang industri halal nasional, para pengusaha tanah air diharapkan dapat turut menggarap potensi yang ada. Hal ini disampaikan oleh Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ronald Rulindo dalam acara seminar kerja sama KNKS dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bertajuk Dialog Ekonomi dan Keuangan Syariah: Arah Kebijakan dan Program Kerja 4.0 untuk Mendukung Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis, 12 Desember 2019 bertempat di Aula Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.


Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ronald Rulindo

“Produk halal global didominasi oleh produsen dari Brazil, Thailand, dan Australia. Sedangkan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim, masih tertinggal dalam hal ini. Para pengusaha tanah air, terutama di Sulawesi Selatan yang terkenal sebagai tempatnya para saudagar jangan sampai hanya menjadi penonton,” ujar Ronald.


Kepala Biro Kesejahteraan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Suherman.

Seminar yang dihadiri 204 peserta ini dibuka resmi oleh Kepala Biro Kesejahteraan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Suherman.

Turut hadir menjadi narasumber, Ketua Harian Pengurus Wilayah (PW) MES Sulawesi Selatan, Mukhlis Sufri, Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Saputra, Pimpinan Grup Unit Usaha Syariah Bank Sulselbar, Iswadi Ayubi, dan Kepala Divisi Inovasi Produk Keuangan Syariah KNKS, Yosi Nur Wirdayanti.

Tidak dipungkiri, agar potensi industri halal nasional dapat tergali optimal, dukungan yang masif dari berbagai pihak dinilai sangat penting, terutama pemerintah daerah melalui berbagai kebijakan yang dapat mendorong tumbuh kembang industri halal di tingkat regional.

“Alhamdulillah MES di Sulawesi Selatan telah melaksanakan berbagai inisiatif bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan setempat, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kami juga bersinergi dengan pondok pesantren di sini. Ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar pesantren agar mampu menghasilkan produk halal berkualitas ekspor,” ujar Mukhlis.

Ditemui di sela-sela acara, Mukhlis mengakui bahwa sejumlah program kerja MES di Sulawesi Selatan didukung penuh oleh pemangku kepentingan setempat, terutama dalam rangka mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi.

“Para pemangku kepentingan turut berperan aktif. Kami juga berusaha merangkul pengusaha setempat untuk mensukseskan ini. Salah satu kuncinya adalah melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi,” pungkasnya.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.