Indonesia naik Peringkat ke empat IFDI 2019

Jakarta – Menjelang akhir tahun Indonesia kembali menoreh prestasi di kancah global, Selasa (12/11) Indonesia diumumkan menempati posisi ke empat dalam Islamic Finance Development Indicators (IFDI) pada tahun ini yang melonjak sebelumnya dari posisi ke sepuluh pada tahun 2018. Hal ini diumumkan oleh Proposition Manager at Islamic Finance Team Revinitiv, Thomson Reuters Shaima Hassan pada kesempatan pres konferensi yang digelar dalam rangkaian acara Indonesia Sharia Economic Festival yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Shaima Hassan menjelaskan faktor penilaian yang mempengaruhi Indonesia berada di posisi ke empat, salah satunya dengan adanya roadmap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan regulasi yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah sangat kuat, di antaranya, kewajiban sertifikasi halal dan spin off unit-unit syariah perbankan. “Faktor penilaian yang mempengaruhi Indonesia di peringkat ke empat IFDI tahun ini di antaranya Indonesia mempunyai master plan ekonomi dan keuangan syariah, selain itu ada juga peningkatan di sektor pendidikan dan riset serta kenaikan dari total asset keuangan syariah di Indonesia yang meningkat 5 % dengan jumlah nilai sebanyak 86 milliar USD, hal ini lah yang merubah Indonesia pada peringkat ke empat dari yang sebelumnya menduduki posisi 10 pada tahun 2018 silam” ungkap Shaima.

Lebih lanjut Shima menambahkan regulasi Indonesia mengenai ekonomi dan keuangan syariah dari hari ke hari semakin membaik, hal ini dilihat dari adanya perbaikan-perbaikan pada peraturan yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
IFDI merupakan sebuah indeks untuk mengukur perkembangan industri keuangan Syariah, yang juga merupakan barometer tingkat kesehatan industri keuangan Syariah. Dalam laporan IFDI, peringkat teratas pengembangan industri keuangan Syariah diduduki oleh Malaysia, Bahrain, UAE dan Indonesia.

Peringkat Indonesia sangat dipengaruhi oleh indikator pengetahuan keuangan Islam yang didalamnya termasuk peningkatan pendidikan dan riset keuangan Syariah. Direktur Eksekutif KNKS, Vintje Rahardjo mengatakan dengan adanya KNKS yang berfokus pada pengembangan pendidikan ekonomi syariah serta banyaknya akademisi ekonomi dan keuangan syariah yang bekerja dibidang riset dan pendidikan menurutnya dapat mendorong terjadinya perluasan edukas dan literasi. Lebih lanjut Ventje mejelaskan dukungan pemerintah untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sangat kuat di Indonesia, “kesungguhan pemerintah dapat dilihat, dalam hal ini Presiden sendiri yang langsung menjadi ketua dari Pada KNKS, sehingga sangat tidak mustahil Indonesia nenjadi nomor satu ekonomi dan keuangan syariah di dunia” ungkap Ventje.

Shima menjabarkan beberapa hal yang dapat menaikkan rating Indonesia pada IFDI tahun berikutnya antara lain, tersedianya informasi data, berita yang memadai mengenai ekonomi dan keuangan syariah Indonesia dalam bahasa Inggris, memperbaiki CSR activity. Menurut Shima meskipun tata kelola pemerintah semakin baik, “dengan adanya pembiayaan proyek pemerintah menggunakan bank syariah, hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penilaian IFDI.” pungkasnya.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.