MES UK Adakan Konferensi Masyarakat Ekonomi Syariah Inggris

Durham – Bekerjasama dengan Durham Centre for Islamic Economics and Finance dan Atase Pendidikan Budaya (Atdikbud) London, MES Pengurus Wilayah Khusus Inggris Raya (MES UK) menyelenggarakan konferensi British Islamic Economic Society di universitas Durham, Inggris. Ini adalah konferensi internasional kedua yang MES UK lakukan setelah mendapatkan respon yang hangat pada konferensi pertama di tahun 2017.

Bertemakan “Islamic Finance: New Frontiers in Economic Development”, konferensi yang diadakan pada 30-31 Juli kemarin mencuri perhatian banyak penggiat riset ekonomi syariah, tak hanya dari Indonesia, tapi juga dari seluruh penjuru dunia. Terbukti lebih dari seratus karya ilmiah (academic papers) yang terkumpul dari institusi negara-negara seperti Indonesia, Qatar, India, Pakistan, Malaysia, Turki, Maroko, Nigeria, Inggris hingga Belanda.

Konferensi ini dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah MES UK, Ebi Junaidi mengatakan, ”Konferensi dari MES ini kami adakan atas kesadaran pentingnya riset dan ilmu pengetahuan untuk menunjang peran ekonomi islam yang rahmatan lil alamin” ucapnya.

Kemudian, konferensi yang juga ramai dihadiri oleh para mahasiswa di Durham ini dimulai dengan berbagai topik menarik mengenai keuangan syariah sebagai penggerak motor pergerakan ekonomi pembangunan. Berbagai riset dari Zakat, keuangan mikro, usaha kecil menengah, perbankan dan takaful didiskusikan di forum ini.

Nur Dhani selaku ketua penyelenggara, berharap hasil dari riset-riset ini bisa memberikan dampak positif kepada dunia akademisi, praktisi, dunia usaha dan juga pembuat kebijakan. ”Tema konferensi ini adalah respon dari program Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kontribusi ekonomi syariah dalam mewujudkan program tersebut demi kesejahteraan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya” ujarnya.

Tak hanya diisi oleh para peserta, konferensi BIES juga mengundang para ahli di bidang ekonomi dan keuangan syariah, seperti Prof. Habib Ahmed yang merupakan Sharjah Chair in Islamic Law and Finance, Prof. Mehmet Asutay sebagai direktur program keuangan syariah di Durham dan Prof. Seif Ibrahim Tag El-Din yang pernah memenangkan IDB prize untuk ekonomi syariah.

Dalam penutupan kegiatan BIES pada hari terakhir Rabu (31/7) Prof. Mehmet Asutay mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada peserta yang telah hadir jauh-jauh dari penjuru dunia. ”Sekali mengunjungi Durham, kalian telah menjadi keluarga besar Durham yang suatu saat akan kembali bertemu lagi di kota ini” ucapnya yang disambut tepukan hangat dari para audiense.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.