OJK dan MES Dorong Pertumbuhan Bank Wakaf Mikro Pertama di Maluku.

Ambon –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan surat keterangan izin usaha Bank Wakaf Mikro (BWM) kepada Pengurus Pondok Pesantren Al Anshor Peduli Ambon di Gedung OJK Maluku pada Selasa, (16/4) dan dihadiri  oleh Ahmad Buchori selaku Advisor Komite Strategi dan Pusat Riset OJK. Empat hari sebelumnya (12/4) OJK menyerahkan terlebih dahulu deposito sebesar Rp. 250 juta sebagai tahap pembiayaan awal yang dilakukan di Ponpes Al Anshor.

Bank Wakaf Mikro merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang berfokus pada pembiayaan masyarakat kecil, dan bertujuan untuk menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal berbasis pondok pesantren. Hingga saat ini, sudah terdapat 44 BWM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ketua umum Pengurus Wilayah MES Maluku, Bambang Hermanto (22/4) mengatakan “Gerakan dakwah Islam di Maluku perlu adanya suplemen atau alat pelengkap lain sehingga tidak hanya dakwah tetapi melalui kegiatan yang lebih nyata yang bisa diterima oleh masyarakat dan kaum duafa dan akan lengkap dengan kehadiran BWM di Maluku ini”.

Turunnya SK izin usaha BWM ini merupakan kali pertama di Maluku, dan yang ke- 44 secara nasional. Dipilihnya Ponpes Al Anshor sebagai Bank Wakaf Mikro pertama di Maluku merupakan hasil rekomendasi Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Maluku. Pesantren Al Anshor dipilih bukan tanpa alasan, tahun 2018 telah dipilih tiga Pondok Pesantren yang kemudian diseleksi melalui sejumlah proses.

Tidak semua Pesantren bisa mendirikan Bank Wakaf Mikro, ada beberapa prosedur penilaian di antaranya dilihat kebutuhan dari Pesantren untuk membantu masyarakat di lingkungannya, apakah memerlukan pembiayaan di segmen mikro dan bagaimana produktivitasnya.

Beberapa syarat pertimbangan seleksi antara lain, sumber daya manusia, lingkungan maupun pengurus pesantren. Dari hasil survey dilihat bahwa Ponpes Al Anshor memiliki kegiatan usaha seperti, minyak, peternakan sapi, dan koperasi buka usaha serta warung makanan. “Kami melihat dari pondok pesantrennya selain SDM tetapi juga melihat kegiatan usaha ekonomi syariah yang sudah banyak dijalankan oleh Al Anshor. Kita berharap dengan adanya BMW di maluku dapat merubah kaum dhuafa lewat pembiayaan BWM ini sehingga mereka bisa menjadi muzaki atau orang yang mengeluarkan jakat karena pendapatan yang diperoleh.” Pungkas Bambang. (DQB)

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.