Mengenal Wakaf Hasanah, Inovasi baru Pengelolaan Wakaf di Indonesia

Di akhir tahun 2017, Badan Wakaf Indonesia melaporkan bahwa potensi wakaf di Indonesia saat ini mencapai 180 Trilliun. Dan dari potensi tersebut, yang terkumpul baru sekitar 400 Millyar.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tentunya instrumen filantropi Islam memiliki potensi yang sangat besar salah satunya yaitu Wakaf. Dengan melihat data yang dilansir oleh BWI tersebut, jika potesi ini mampu dimaksimalkan. Maka, instrumen ini sangat mampu untuk ikut andil sebagai penggerak perekonomian nasional. Sebut saja negara yang telah sukses dengan pengelolaan instrumen wakafnya seperti Saudi Arabia. Bahkan, lebih dari 60% tanah di saudi merupakan tanah wakaf.

Jika dicermati lebih mendalam, salah satu problem wakaf di Indonesia adalah berkaitan dengan manjamen pengelolaannya. “rata-rata pengelola wakaf saat ini adalah mantan amil. Mereka mempunyai shock culture dari sisi pekerjaan, karena pada awalnya mereka tidak boleh membicarakan profit, bisnis, dan lainnya. Tetapi sebagai nazhir, mereka harus membicarakan itu”, jawab Nanda dalam acara Topi Diksi spesial Ramadhan yang diadakan pada hari Senin (28/5) di Sekretariat MES Pusat.

Topi Diksi spesial Ramadhan edisi II kali ini bekerjasama dengan BNI Syariah dan mengangkat tema “Mengenal Wakaf Hasanah, Inovasi Baru Pengelolaan Wakaf Produktif” dengan narasumbernya Bambang Sutrisno, GM Enterprise Risk Management BNI Syariah dan Nanda Putera Setiawan, Wakil Ketua Forum Wakaf Produktif.

Konsep wakaf adalah tahan pokoknya, salurkan manfaatnya. Dengan melihat potensi wakaf, perlu strategi baru bagi lembaga sosial untuk memulai memperbesar porsi penghimpunan dana dari wakaf daripada zakat. Sebagai salah satu industri keuangan syariah besar di Indonesia, BNI Syariah mencoba menangkap potensi tersebut.  BNI syariah mempunyai jargon “Hasanah Banking Partner”, jargon ini berangkat dari fungsi Bank Syariah yang hadir bukan untuk meningkatkan keuntungan tetapi untuk meningkatkan maqashid. Karena konsepnya maqashid seharusnya kita mengcover dari mulai dalam kandungan tetapi tidak hanya sampai meninggal namun sampai nanti di akhirat. Definisi inilah yang memunculkan layanan Wakaf Hasanah, dimana manfaat wakaf akan dirasakan nanti saat di alam akhirat. Ungkap Bambang di sela-sela diskusinya.

Dalam layanan Wakaf Hasanah, BNI Syariah akan mencarikan nazhir yang qualified dan sudah terbukti mengolah proyek yang bermacam-macam.  Desain skema wakafnya adalah proyek yang dipilih nasabah jelas, menarik, dan bermanfaat, karena pada dasarnya di Indonesia tidak sulit untuk mencari wakif tetapi mencari high profile project untuk pengelolaan wakafnya. Dalam wakaf hasanah ini, tidak ada pengendapan dana ataupun fee yang diambil, karena dana yang terkumpul baik melalui offline maupun online dengan menggunakan aplikasi crowdfunding langsung disalurkan ke nazhir untuk kemudian disalurkan ke proyek yang dijalankan.

Hasil notulensi diskusi bisa didownload disini, adapun live streaming bisa ditonton disini.

 

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.