Mekanisme Pengawasan Nasabah Asuransi Syariah

Menyadari semakin tumbuh dan berkembangnya industri asuransi syariah di Indonesia, pemerintah bersama industri asuransi syariah terus melakukan upaya peningkatan layanan untuk menjamin kenyamanan nasabah asuransi syariah. Hal itu dilakukan dengan membuat regulasi atau aturan-aturan dan mekanisme teknis untuk mempermudah nasabah. Jadi, perlindungan nasabah asuransi syariah menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah dan industri asuransi syariah agar para nasabah merasa aman dan tentram dengan asuransi syariah.

Perlu kita ketahui Bersama, bahwa setiap pengguna asuransi syariah secara otomatis mereka telah dilindungi oleh negara melalui Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu, diperkuat juga dengan adanya perlindungan dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator industri keuangan di Indonesia melalui POJK no.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Jika nasabah asuransi syariah merasa dirugikan oleh industri asuransi syariah atau terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang telah disepakati bersama. Nasabah bisa mengadu ke layanan konsumen OJK yang telah tersedia, antara lain melalui :

1. Surat Tertulis
2. Telepon ke OJK
3. Faximile
4. Email, ataupun melalui
5. Form Pengaduan Online

Dan tentunya, sebelum memilih produk asuransi syariah. Kita harus memastikan dulu bahwa perusahaan yang menjual produk tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Dengan begitu, instrumen perlindungan yang dimiliki nasabah asuransi syariah telah lengkap.

Nasabah asuransi syariah tidak perlu khawatir jikalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena perusahaan Asuransi Syariah yang telah terdaftar di OJK semuanya dalam pengawasan dan evaluasi penuh OJK. Selain itu, produk-produknya pun juga diawasi oleh DSN-MUI dan selaras dengan fatwa-fatwa yang berkaitan dengan asuransi syariah.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.