Kini, Perkembangan Pasar Modal Syariah Semakin Menjanjikan!

Jakarta (15/05/18): Melansir Laporan Bulanan Bursa Efek Indonesia, memasuki April 2018 perkembangan investasi syariah di Indonesia semakin membaik. Hal ini terlihat dari beberapa angka indikator pasar modal syariah yang menunjukkan pertumbuhan.

Tercatat total investor syariah pada bulan April 2018  meningkat sekitar 28% dari sebelumnya 23.207 investor menjadi 29.670 investor. Tren pertumbuhan serupa juga terjadi pada sisi tingkat keaktifan investor syariah yang meningkat signifikan hingga 43%.

Sementara itu, dilihat dari segi indikator transaksi, BEI mencatat saat ini nilai transaksi investor syariah telah mencapai Rp 596 Milyar dengan volume saham sebanyak 2 Milyar saham dan telah ditransaksikan hingga frekuensi 197 ribu kali.

Peningkatan ini juga dibarengi oleh semakin menjamurnya investor-investor syariah baru yang lahir di berbagai daerah di Indonesia. Dari total 34 provinsi di Indonesia, diketahui 10 besar provinsi dengan jumlah investor saham syariah terbanyak ialah peringkat pertama ditempati oleh Jawa Timur dengan total 4.374 investor, disusul oleh Jawa Barat dengan total 3.784 investor. Kemudian tercatat DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Sumatera Barat, Banten, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat menjadi bagian dari 10 besar tersebut.

Adapun beberapa sekuritas dengan pangsa pasar terbesar di provinsi-provinsi tersebut di antaranya Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Phintraco Sekuritas, FAC Sekuritas, dan MNC Sekuritas.

Pencapaian ini tentu bukan merupakan hasil instan, melainkan hasil kerja keras tidak hanya  dari pemerintah, tetapi juga berbagai perusahaan sekuritas, dan lembaga/asosiasi seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang secara konsisten terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pasar modal syariah.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.