Bank Wakaf akan Dorong Pengembangan Wakaf Tunai

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) terus bergerilya untuk mendirikan bank wakaf ventura. Melalui bank wakaf tersebut, wakaf produktif pun akan semakin diperkenalkan kepada masyarakat. Dengan demikian, wakaf di Indonesia bisa berkembang di luar wakaf tradisional seperti masjid atau pemakaman.

Wakil Bendahara Umum ICMI Suhaji Lestiadi mengatakan, ada dua hal utama yang menjadi latar belakang ICMI ingin mendirikan bank wakaf ventura. Pertama, mendorong transaksi tidak hanya halal tapi juga thoyyib, sehingga kegiatan ekonomi juga bisa bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

“Karena itu ICMI terus memikirkan bagaimana cara untuk menyempurnakan sistem ekonomi Islam, instrumen apa lagi yang bisa dipakai untuk men-generate kemaslahatan umat. Nah, ada instrumen keuangan Islam yaitu wakaf. Wakaf ini sejatinya abadi dan tidak boleh habis,” katanya, Rabu (3/5).

Kedua, besarnya potensi wakaf di Indonesia. Ada potensi tanah wakaf hingga 4,1 miliar meter persegi di tanah air. Namun, sebagian besar diperuntukkan sebagai masjid atau pemakaman. Oleh karena itu, dengan bank wakaf maka akan diperkenalkan lebih luas lagi konsep wakaf tunai di Indonesia. “Bank wakaf akan terus dorong pengembangan wakaf tunai,” tegas Suhaji.

Saat ini bank wakaf ventura pun sedang dalam proses mempersiapkan diri untuk mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Anggaran dasar bank wakaf ventura sudah siap. Saat ini tinggal menghitung modal yang sudah siap dan kepengurusannya. Nanti kalau sudah tinggal dinotariskan dan dibawa ke OJK untuk persetujuan perizinan,” ungkapnya.

Ketua Komite Bidang Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dan Kerja Sama Pemerintah Daerah MES ini pun optimis bank wakaf ventura dapat berdiri pada pertengahan tahun ini. “Mudah-mudahan bulan ini izinnya bisa diajukan ke OJK, sehingga Juni 2017 bank wakaf ventura bisa didirikan. Besok (Kamis) kami akan rapat di MUI untuk membuat timetable-nya,” kata Suhaji.

About the author: Editor 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.