Penghimpunan Wakaf Uang Perlu Pendekatan Baru

Perkembangan wakaf dewasa ini sudah semakin beragam. Wakaf tak lagi identik dengan aset wakaf berupa tanah, namun kini telah berkembang berupa wakaf uang. Wakaf uang termuat pula dalam UU No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Namun, dalam 15 tahun terakhir penghimpunan wakaf uang belum terlalu besar.

Anggota Komite Khusus Kemandirian, Pendanaan dan Wakaf Masyarakat Ekonomi Syariah Pungky Sumadi mengatakan, konsep wakaf uang sudah lama hadir di Indonesia. Agar penghimpunan wakaf uang lebih masif, maka diperlukan pendekatan baru, salah satunya melalui sinergi dengan bank syariah.

“Sebelumnya wakaf uang yang terkumpul dalam 15 tahun hanya Rp 300 juta. Namun, BNI Syariah dalam enam bulan sudah mencapai 3,2 miliar. Jadi perlu governance dan advokasi baru untuk wakaf uang, serta menggunakan pendekatan baru untuk bisa mendorong wakaf uang,” katanya.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menuturkan, pihaknya kini melakukan deal dengan nazhir profesional untuk menampilkan proyek wakaf di laman wakafhasanah.bnisyariahco.id. Para nazhir pun diwajibkan untuk memberi laporan dan update proyek di lapangan setiap tiga bulan.

“Proyek wakaf dari nazhir, kami upload di website dan kami melakukan proses marketing hanya lewat viral. Dalam tiga bulan sudah terkumpul Rp 3,2 miliar. Dengan kata lain dana umat bisa diberdayakan jika informasi yang diberikan transparan,” cetusnya.

About the author: Editor 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.