MES Sosialisasi eLSya ke Mahasiswa UHAMKA

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mulai melakukan sosialisasi eLearning Ekonomi Syariah MES (eLSya) kepada sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (UHAMKA) kemarin, Rabu (1/3). UHAMKA menjadi kampus pertama yang resmi bekerja sama dengan MES untuk menyediakan layanan e-learning sebagai fasilitas pembelajaran di kampus.

Manajer eLSya MES Roudhatul Firdaus menuturkan, penggunaan eLSya oleh UHAMKA merupakan tindaklanjut kerjasama dengan MES. “eLSya mau digunakan untuk fasilitas penunjang perkuliahan materi ekonomi Islam di UHAMKA jadi sebelum mereka belajar, kami mengadakan sosialisasi,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/3).

Sosialisasi eLSya terdiri dari dua materi, yaitu pengenalan eLearning dan tahapan penggunaan eLSya. “Pertama tentang introduction e-learning, memahamkan ke para peserta e-learning seperti apa, apakah yg selama ini digunakan disebut e-learning. Kedua, baru tentang langkah-langkah di eLSya. Banyak peserta yang sudah daftar tapi tahapannya tidak tahu, maka kami sosialisasi di awal, sehingga minimal mereka mengerti prosesnya,” jelas Roudhatul.

Sosialisasi eLSya di UHAMKA pun dihadiri oleh 100 mahasiswa, yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi I diikuti oleh 70 mahasiswa dan sesi II diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa. Roudhatul mengungkapkan, penyampaian materi eLSya diperkirakan akan dimulai pada minggu ke-3 Maret 2017.

“Jadi blended learning, perpaduan tatap muka bertemu dengan dosen in class dan untuk pendalaman ada tambahan materi dengan eLearning. Penyampaian materi di eLSya juga akan mengikuti kebutuhan dan jadwal perkuliahan UHAMKA. Kami tunggu jadwal mereka kapan kuliah, kapan ada pekan utk midtest, off, dan ujian akhir,” jelasnya.

Sementara, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA Zulfahmi menyambut baik kerja sama penggunaan eLSya. “MES yang merupakan sebuah komunitas ekonomi syariah menjadi sarana bagi UHAMKA untuk meningkatkan jaringan. Penggunaan eLearning ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan ekonomi Islam mahasiswa. Jadi untuk mendalami e-learning dan sebagai suplemen dari pengajaran yang ada,” ujarnya.

Di tahap ujicoba, pihaknya akan membiarkan mahasiswa memilih untuk menggunakan eLSya di perkuliahan. “Apakah mereka mau materinya bisa sebagai suplemen atau tidak? Perkuliahan sekarang sudah mulai jadi kami ingin mengenalkan metode ini. Ke depan mungkin ini akan menjadi metode pembelajaran,” cetus Kepala Program Studi Ekonomi Islam UHAMKA ini.

About the author: Editor 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.