Saham Syariah sebagai Objek Wakaf Setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf

Kemiskinan merupakan masalah yang umum dihadapi oleh banyak negara berkembang termasuk Indonesia.Diperlukan upaya mengatasi kemiskinan tersebut secara efektif dan berkelanjutan. Pemerintah Republik Indonesia telah memberikan dukungan yang kuat bagi pengembangan wakaf di tanah air dengan lahirnya Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

Saham merupakan jenis benda bergerak yang dapat diwakafkan menurut UU Wakaf. Penelitian ini membahas wakaf dalam mewujudkan keadilan distribusi ekonomi, pengaturan saham syariah sebagai objek wakaf,dan upaya perlindungan hukum saham syariah sebagai objek wakaf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif (legal research) yang dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep keadilan menurut hukum Islam. Berdasarkan hasil penelitian, secara teoritik tujuan wakaf adalah untuk merealisir keadilan sosial.

Secara ekonomi wakaf sendiri merupakan salah satu sarana dalam pendistribusian harta kekayaan, sehingga kesejahteraan ekonomi dapat dinikmati masyarakat luas. Hal ini merupakan wujud keadilan distributif ekonomi menurut ajaran Islam sebagaimana dimaksud dalam al-Qurán surat al-Hasyr [59]:7, agar kekayaan tidak berputar hanya pada kelompok orang- orang tertentu saja. Dalil hukum kebolehan wakaf saham dalam fiqih Islam didasarkan pada Mashlahāh mursalah dan isthishan.

Ketentuan mengenai wakaf saham termasuk pengelolaannya di Indonesia selain mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, juga tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Perlindungan wakaf saham dilakukan melalui pengawasan dan pembinaan pemerintah melalui kementrian agama dan BWI, Pengelolaan wakaf saham oleh nazhir yang profesional dan amanah, pendaftaran,pengumuman wakaf saham, jaminan asuransi, larangan peralihan aset wakaf, serta penegakan sanksi hukum yang tegas atas pelanggaran penyelenggaraan Wakaf.

Temuan hukum dalam disertasi ini bahwa benda wakaf tidak semata-mata pada benda tidak bergerak saja, namun juga benda bergerak termasuk saham. Keharusan sifat benda wakaf yang kekal dan abadi, terkait saham dapat dilakukan dengan upaya agar nilai dari saham bersifat tetap dan bahkan meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan adanya jaminan asuransi saham.

Pola pengembangan wakaf saham ini dapat disinergikan dengan program CSR yang dikembangkan melalui perusahaan. Perlu dilakukan usaha menggiatkan wakaf saham di Indonesia, dengan melakukan sosialiasi dan peningkatan SDM nazhir profesional, membangun sinergi kerjasama mitra usaha, dan penyempurnaan pengaturan wakaf saham secara integratif.

Download PDF-nya di sini, isi dulu form di bawah ini. Materi akan terunduh segera setelah form di isi.

About the author: Admin Media

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.