Empat Keunggulan Wakaf Uang

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Mustafa Edwin Nasution mengatakan, wakaf sudah masuk ke Indonesia seiring dengan masuknya Islam. Hanya saja wakaf di Indonesia kebanyakan masih berupa harta wakaf tidak bergerak, khususnya tanah. Harta wakaf tersebut biasanya dibangun musola, kuburan atau kegiatan pendidikan.

Baru di zaman modern ini, wakaf tunai di Indonesia baru dimulai. “Secara legal wakaf tunai dimulai sejak disahkannya UU Wakaf No 41 tahun 2004 tapi walau UU itu sudah lama, untuk mengubah mindset masyarakat masih susah,” katanya dalam Seminar Sharia Economics Days FEB UI, kemarin.

Padahal, lanjut dia, potensi wakaf yang luar biasa bisa diwujudkan dalam kegiatan wakaf uang. “Jika dari 20 juta WNI berwakaf sebesar Rp 5000-Rp 10.000 dalam setahun, maka bisa terkumpul Rp 3 triliun. Jadi potensinya luar biasa. Kalau uang terkumpul, maka bisa zero cost of fund,” tukas Mustafa.

Menurut Mustafa, ada empat keunggulan wakaf uang, yaitu memungkinkan segenap lapisan masyarakat untuk berwakaf, relatif mudah, memiliki potensi yang tak terhingga, dan zero cost of fund. Untuk berwakaf uang ini, masyarakat dapat mendatangi lembaga keuangan syariah yang telah ditunjuk sebagai penerima wakaf uang atau lembaga filantropi Islam.

Di sisi lain, ia mengutarakan terdapat pula syarat utama keberhasilan dari wakaf uang. Diantaranya masyarakat yang sadar wakaf, nazhir profesional dan jaringan bisnis yang kuat. “Diharapkan yang sudah berwakaf uang bisa mengajak yang lainnya untuk berwakaf pula,” harap Mustafa.

About the author: Editor 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.