Kesadaran masyarakat muslim Indonesia akan produk dan jasa halal semakin meningkat dan merambah pada pelayanan publik seperti rumah sakit syariah. Fenomena tersebut membuat industri jasa layanan rumah sakit Syariah dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. Hal ini menjadi indikator penting bahwa ghirah masyarakat dalam upaya pemenuhan jasa di rumah sakit Syariah semakin kuat.

Menjawab kebutuhan tersebut, pada Sabtu, 20 Maret 2021, Rumah Sakit Yarsi melakukan ikhtiar dengan memulai mengadakan pra survei untuk mempersiapkan diri menjalani survei sertifikasi rumah sakit syariah. Agenda pra survei ini menjadi langkah awal sebuah rumah sakit syariah untuk memperoleh gambaran tentang apa saja yang perlu dipersiapkan dalam memasuki proses sertifikasi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Sekretaris Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI), Miftachul Izah menyampaikan, sertifikasi syariah bagi rumah sakit sangat dibutuhkan sebagai standar baku pelayanan rumah sakit yang berprinsip Syariah. Izah menambahkan, untuk menjadi rumah sakit syariah tidak sulit, setiap proses dalam mengajukan serfitikasinya akan dibantu dan didampingi secara komprehensif. Selain itu, menurutnya ketika sebuah rumah sakit sudah tersertifikasi syariah, maka pasien muslim di rumah sakit tersebut akan mendapatkan pelayanan secara Islami, sementara bagi pasien yang non muslim akan terbantu dengan pelayanan universal yang standarisasinya sudah terakreditasi secara internasional.

Izah juga berharap, upaya Rumah Sakit Yarsi untuk menjadi rumah sakit syariah dapat diikuti oleh rumah sakit- rumah sakit lainnya, sehingga memudahkan pasien Indonesia dalam memperoleh akses kesehatan yang tersertifikasi secara syariah.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *