Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum MES DIY periode 1442-1445 H dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) MES Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 15 Maret 2021. Secara virtual, Heroe menyampaikan kesediaannya menerima amanah sebagai Ketua Umum MES DIY yang baru dan meminta semua kalangan untuk membantunya menjalani kepengurusan di periode mendatang.

Terpilihnya Heroe sebagai Ketua Umum didasari dari statusnya sebagai Wakil Walikota Yogyakarta, sehingga dianggap mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja MES DIY yang lebih dinamis dalam mengembangkan ekonomi syariah di wilayah Yogyakarta.

Selanjutnya, setelah resmi menerima amanah sebagai Ketua Umum, Heroe Poerwadi langsung ditemui oleh Pengurus Demisoner MES DIY guna menerima berkas-berkas organisasi, serta membahas pembentukan tim formatur yang akan bertugas untuk merumuskan susunan pengurus lengkap MES DIY periode 1442-1445 H.

Sementara itu, Demisioner Ketua Umum MES DIY, Mursida Rambe menyampaikan jika terpilihnya Heroe Poerwadi sebagai Ketua Umum yang baru diyakini akan membawa manfaat bagi langkah MES DIY dalam menyongsong tantangan Ekonomi. Dirinya juga berharap MES DIY di bawah kepemimpinan Heroe, mampu merealisasikan program-program yang langsung dirasakan oleh masyarakat umum dan menekankan agar program-program yang sudah eksis sebelumnya, seperti Jogja Halal Festival bisa dilanjutkan serta dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi.

Muswil kelima ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua III Pengurus Pusat MES, Dr. Firdaus Djaelani. Dalam sambutannya Firdaus menyampaikan bahwa salah satu visi besar MES periode ini adalah pengembangan sektor usaha yang ada di Pedesaan. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi antara MES Wilayah dan Daerah menjadi faktor penting dalam upaya merealisasikan program-program yang berkelanjutan di pedesaan.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan apresasi kepada kepengurusan MES DIY pada periode sebelumnya dan berharap agar penyelenggaraan Muswil tersebut bisa menghasilkan keputusan-keputusan posfitif bagi keberadaan MES di Wilayah DIY.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *